Selasa, 07 Januari 2014

Curhat Kemanusiaan

(Iwan Hasanuddin)
           Ciri ciri orang yang tidak paham falsafah kemanusiaan adalah gampang pusing, gampang stress, tidak punya semangat hidup. Hidupnya selalu pesimis, selalu mudah menyalahkan orang lain, selalu mudah untuk menindas orang lain, dan perilaku menyimpang lainnya, yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Tema kemanusiaan sangat penting untuk dibahas. Begitu pentingnya sehingga ADA band pun mencoba memberi tafsiran tentang manusia dalam lagunya manusia bodoh, ada juga Band Raja dengan manusia biasa kemudian tidak ketinggalan Iwan Fals dengan lagunya manusia setengah dewa, kemudian dikerucutkan lagi dengan definisi wanita yaitu wanita diciptakan bukan hanya disakiti tapi juga untuk disayangi yang merupakan lagu dari Sunset band. Meskipun lagu sunset tersebut bertentangan dengan filsafat kemanusisaan karena meremehkan derajat perempuan.

           Apakah kita ini manusia atau bukan manusia? Atau sedang berproses sebagai manusia? Pertanyaan selanjutnya adalah apa pembeda antara manusia dengan yang bukan manusia? Ini pertanyaan yang mungkin kita anggap sederhana tapi sangat filosofis. Semua agama mempunyai definisi tentang manusia. Agama hindu, kristen, Islam, dll. Begitu pula dengan ideologi.Seperti Kapitalisme, anarkisme, sosalisme sampai kepada filsafat jawa,falsafah bugis, Filsafat Mandar, dll yang juga memiliki definisi tersendiri tentang manusia. Apakah binatang juga makan, binatang juga minum? Serta binatang juga melakukan hubungan biologis? Serta Apakah binatang juga melakukan istirahat. Kalau toh melakukan, berarti untuk menjadi pembeda antara manusia dan binatang haruslah selain yang keempat hal diatas(Makan, Minum,(maaf) sex dan istirahat). 

             Salah satu pertanyaaan yang perlu untuk dijawab adalah apakah pejabat yang korup bisa dikatakan manusia atau cukup dikatakan dikatakan hewan berbentuk/ berjasad manusia? Apakah orang yang menginjak-injak nilai kemanusiaan, bisa dikatakan sebagai manusia, atau tidak layak dikatakan manusia, karena tidak terpenuhi syaratnya. Dimana manusia tidak hanya terdiri dari unsur fisik saja, tapi juga ada unsur non material/ spiritual. Krisis manusia modern, seperti narkoba, korupsi, sex bebas, watak materialistis, individualisme, peperangan. Termasuk dalam hal ini rambut lurus, kulit putih, tubuh langsing yang merupakan indikator perempuan ideal(cantik) yang sangat fisikal atau materialistik Cuma dari segi fisik saja tidak memasukkan segi spiritual (jiwa). Sehingga manusia tidak dilihat secara totalitas. Kemudian indikator manusia produktif yaitu berapa banyak penghasilan atau profit yang didapat dalam satu hari, tidak memasukkan ukuran seperti berapa orang miskin yang ia tolong dalam satu hari atau kerja-kerja kemanusiaan lainnnya, yang mungkin secara material tidak memiliki dampak/ manfaat secara langsung. Indikator kampus ideal pun sangat materialis yaitu hanya fokus pada bagaimana menjadikan gedung kampus menjadi indah, termasuk aspalnya, tugunya, bukan menambah kapasitas intelektual dosen dan kualitas anak didik, serta peningkatan kualitas atau profesionalisme pegawainya.
                  Penyakit yang lagi marak di Indonesia adalah demam berdarah, malaria sedangkan di Negara maju penyakit yang lagi trend adalah penyakit jiwa. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa negara-nagara maju atau negara kaya secara materi seperti Amerika. Justru banyak penduduknya yang mangalami penyakit jiwa? Artinya kemanusiaan kita tidak cukup hanya dengan pemenuhan kebutuhan secara material saja seperti makan, minum, dan juga(maaf) sex . Tapi juga, ada kebutuhan yang sifatnya Non material atau kebutuhan Spiritual. Dimana ketika tidak terpenuhi, maka kita akan merasa terasing atau merasa hampa dalam kehidupan ini.
Kita telah gagal dalam mendefinisikan manusia, seperti itulah kata beberapa pemikir. Sekarang semua penyakit diatas pasti ada yang menyebabkan. Dengan logika bahwa, tidak mungkin ada akibat tanpa ada sebab.Tidak mungkin ada masalah kemanusiaan tanpa ada yang menyebabkan. Tak dapat dipungkiri bahwa masalah manusia, adalah permasalahan dalam memandang Dunia atau kehidupan ini.
                Ada dua pandangan dunia yang selalu bertarung dari dulu sampai sekarang, ada pandangan dunia materialis dan Pandangan Dunia ke Tuhanan (Pandangan Spiritual). Pandangan dunia yang menang sekarang adalah pandangan dunia materialis. Dan dasar ilmu pengetahuan (sains) kita adalah paradigma positivistik yang merupakan bagian dari pandangan Dunia Materialis. Kaum Materialis memandang manusia secara fisiknya saja sedang kaum Spiritual memandang manusia secara totalitas (jasad dan Jiwa/ Spiritual) Pandangan dunia materialis ini yang merusak kehidupan manusia sampai sekarang. Pandangan Dunia ini yang mengakibatkan lahirnya eksploitasi alam, penghisapan oleh yang kuat terhadap yang lemah (Miskin)., terjadinya keserakahan umat manusia, fenomena freesex, bunuh diri, dan penyakit manusia modern lainnya. Hanya Pandangan Dunia Spiritual-lah yang dapat menjadi solusi atas masalah yang ada selama ini. Bahwa sesungguhnya ada hubungan yang sangat kuat antara Manusia, Masyarakat, Alam dan Tuhan. Yang keempatnya tidak boleh dipisahkan. Untuk mengurangi kebingungan kita dalam mencari pemaknan terhadap manusia modern, maka perlu kita untuk membahas sedikit tentang jenis-jenis Ego yang ada dalam diri manusia. Dimana ketika kita salah dalam menempatkan atau memposisikan Ego tersebut, maka akan terjadi ketimpangan dalam diri serta efeknya terhadap masyarakat. Beberapa filosof memandang bahwa ego yang ada dalam diri manusia yaitu ego diri, ego keluarga, ego kelompok, ego suku, ego bangsa, dan ego semesta/ ego Tuhan/ ego nilai/ ego kebenaran.atau ego yang berdasarkan akal sehat. 

Ego diri itu cirinya seperti dalam pembicaraannya selalu menggunakan kata kata aku, saya. Selalu menganggap bahwa hanya dirinyalah yang baik, hanya dirinya yang cerdas, hanya dialah yang cantik/ gagah, dan pada titik ekstrim menganggap bahwa hanya dirinyalah yang layak masuk surga, sedangkan orang lain adalah hina dan penuh dosa.
. Ego keluarga, seperti sikap yang selalu mengagung-agungkan anggota keluarganya dan memandang enteng keluarga yang lain. Termasuk mengutamakan keluarga dalam hal perekrutan pegawai atau pemberian jabatan, tanpa berdasar pada ukuran kelayakan (kapasitas), yang biasa diistilahkan dengan Nepotisme.
.Ego kelompok yaitu menganggap kelompoknya/ komunitasnya/ gerbongya yang paling baik. Dan seolah-seolah gerbong/ organ/ komunitas yang lain tidak punya kebaikan sama sekali. Teramsuk kebaikan dalam hal gagasan tentang nilai-nilai Universal.
Ego suku yaitu menganggap sukunya yang paling ideal, ketika ada suksesi, dia tidak lagi melihat kandidat dari segi kapabilitas atau kerja-kerja sebelumnya (kelayakan kandidat), tapi langsung selesai disuku. Ini salah satu ego yang sangat berbahaya dalam gerakan kemahasiswaan atau lembaga kemahasiswaaan, serta merupakan tantangan besar dalam mendorong tercapainya perubahan sosial.
Ego bangsa yaitu menganggap bahwa bangsanyalah yang paling baik. Yang biasa di istilahkan dengan nasionalisme. Dalam hal ini nasionalisme ada positifnya dan negatifnya. Walaupun bangsanya penjajah namun tetap bangga atas bangsanya (ini ego yang negatif).
Sebagai bahan refleksi teman teman coba renungkan pada diri anda, apakah ego kita mendekati ego semesta atau malah menjauh dari ego semesta? Tapi terjebak pada ego terendah, seperti ego diri, kelompok(ego Angkatan, Himpunan,Fakultas, kampus), Ego Suku, maupun Ego Bangsa..
Untuk sampai pada Ego Semesta atau kesadaran Nilai, maka kita harus malakukan pemenuhan dua syarat. Yang pertama adalah syarat material, seperti perbanyak baca buku, perbayak diskusi/ kajian, sedangkan syarat yang kedua, adalah Syarat Non material, dalam hal ini adalah berdoa atau rajin beribadah dan melakukan refleksi-refleksi (perenungan)kemanusiaan atas Hidup yang kita jalani.

              Perjalanan manusia menuju Tuhan haruslah memperbanyak kebaikan (baik, ibadah individu maupun ibadah sosial) Ibadah individu yaitu aktivitas kita yang sifatnya langsung dengan Tuhan, seperti Shalat, Puasa, Ke mesjid, Ke Gereja, Kuil, dll, sedangkan ibadah sosial yaitu apa yang anda sumbangkan untuk melawan kemiskinan, Kenaikan gaji anggota Dewan, BHP (bisnis dunia pendidikan) dan berbagai macam ketidakadilan lainnya.
Tokoh-tokoh seperti Munir, Mahatma Gandhi, Baharuddin lopa, dll. Mereka rela untuk memperjuangkan kebenaran, meskipun harus berhadapan dengan kekuatan besar, sehingga mereka harus berujung pada kematian atas nama idealisme. Karena ego mereka sudah menempati ego semesta. Ukuran kebenaran bukan lagi berdasarkan pada kepentingan pribadi, bukan juga berdasarkan kepentingan kelompok, bukan pula berdasarkan ikatan suku, maupun ikatan bangsa, tapi senantiasa berpihak pada sesuatu yang sesuai dengan akal sehat (Rasionalitas/ Nilai). Seperti itulah manusia Sempurna atau manusia Ideal yang dicontohkan oleh para Nabi-Nabi.
Semoga sisa Hidup yang kita jalani, bisa kita gunakan untuk mencapai derajat Ego Semesta atau Kesadaran Semesta/ Kesadaran Nilai. Semoga peran-peran kita dikampus, baik sebagai pengurus, pendamping, SC, OC, dll bisa kita gunakan untuk memperjuangkan/ mendakwahkan Nilai-nilai kemanusiaan, bukan sebaliknya !!!
Karena dilembaga kemahasiswaan kita bisa belajar untuk manjadi manusia, belajar untuk mendahulukan Ego semesta atau ego kebenran dibanding Ego diri, ego kelompok (Ego Angkatan, Ego Himpunan), termasuk Ego Suku. Selalu mendahulukan kepentingan orang banyak yang sesuai dengan Akal Sehat atau Rasinalitas. Karena yang membedakan antara manusia dengan binatang adalah akalnya. Oleh karena itu, semoga kita mampu untuk mengaktualkannya dengan ikut dalam proses di Lembaga Kemahasiswaan baik sebagai pengurus, maupun peran-peran lainnya dikampus atau dalam kehidupan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar