Senin, 29 Juli 2013

Organisasi, siapa takut???

Mungkin itulah salah satu kalimat yang cocok meyakinkan untuk orang-orang
yang menganggap bahwah organisasi itu bersebrangan dengan nilai akademik.
Sekelompok orang atau beberapa individu ada yang beranggapan bahwa ikut aktif di
sebuah organisasi dapat mengganggu aktifitas studi mereka. Malahan ada yang
mengaggap bahwa ikut aktif disebuah organisasi tidak lain hanya sekedar kumpulkumpul, ikut-ikutan, dan membicatakan suatu topic tertentu yang menurut mereka tidak
berguna tidak berguan sama sekali.
Dari sini kita dapat menangkap sekelumit fenomena yang tentu saja tidak sesuai
dengan asas dan tujuan dari organisasi itu sendiri. Selain itu apakah ada hubungan
keterkaitan antara kebutuhan organisasi dan akademik.untuk menjawab hal ini kita harus
mengerti dulu apa itu sebenarnya organisasi dan bagaimana prakter pelaksanaannya yang
benar didalam organisasi itu. Nah kalo kita sudah benar benar tau, sudah barangtentu kita
tidak akan tergolong sekelompok orang-orang yang menilai negative tentang orang
berorganisasi.
Pertama, seperti yang kita ketahui organisasi merupakan sekelompok orang atau
suatu komunitas tertentu baik yang berlatar belakang pendidikan ataupun umum yang
memiliki dasar yang jelas untuk mencapai tujuan tertentu.contohnya, yang ada di sekitar
kita, kekeluargaan, organisasi ini berdasar pada kesamaan asal kedaerahan. Biasanya
organisasi seperti ini berdirih dengan rasa cinta dan memiliki mereka terhadap daerah asa
kalahiranya.dan biasanya hanya berdiri ketika keberadaan mereka diluar asal daerah
kelahiran mereka itu. Adapun tujuannya tentu saja pertama unutk tetap menjalin
silaturahim dan juga untuk menunjukkan bahwah ini toch daerah ku…!!!. Ini hanya salah
satu contoh kongkrit dari sebuah organisasi dan tujuannya masih banyak lagi yang lain.
Dari pengertian organisasi sendiri kita dapat mengambil satu poin penting yaitu
kata sekumpulan atau sekelompok. Tentu sebuah organisasi tidak lepas akan hal itu.
Bagaimana tidak, apa mungkin organisasi hanya dianggotai hanya satu individu saja.
Kalau seperti itu namanya bukan organisasi tapi sendiriasi. Bagaimana kok ada orang
seperti itu mengaggap organisasi bukan lah sesuatu yang penting sedangkan kita tahu
bahwa sebuah organisasi pasti didalamnya terdiri dari sekelompok orang yang berbeda
latar belakang, watak, pengetahuan serta pengelaman dan lain sebagainya. Dengan
keragaman dari sekelompok orang tersebutlah justru kita dapat memperoleh satu segi
positif dari berorganisasi. Beradu argument, saling memberi masukan satu samalain dan
saling mengisi jika ada kekurangan diantara kedua belah pihak tersebut. Nah secata tidak
langsung kita sudah dapat memperoleh nilai plus dari keikutsertaan dari sebuah
komunitas terasebut kan!! Dari pada kita mengotak-atik suatu hal menurut ide dan
pendapat kita sendiri malah itu belum tentu benar.



Disamping itu, masih dalam artian sekumpulan. satu point lagi yang harus kita tahu.
Jika dalam sebuah komunitas menyepakati suatu perkara yang sebelumnya
menjadi perbedaan diantara mereka, tentu saja kesepakatan itu lebih diperhitungkan dan
dipertimbangkan dari pada hanya berasal menurut pendapat seorang saja.
Kembali pada topic semula, menurut hemat penulis antara akademik dan
kebutuhan berorganisasi itu memiliki hubungan erat. Kalau dalam hubungan biologis
mungkin simbiosis. Mutualisme yaitu hubungan antara dua unsure yang satu sama lain
saling menguntungkan. Kenapa seperti itu, karna memang antara organisasi dan
akademik adalah dua hal yang tidak dapat dipisakan. Edukasi merupakan asa dan pondasi
untuk dapat bias berperan aktif dalam sebuah organisasi. Berorganisasi tampa memiliki
dasar pendidikan yang cukup akan timbul anggapan berorganisasi cumin sekedar ikutikutan saja.
Kalau kita sudah ketahui bagaimana pentingnya nilai edukasi dalam ikut berperan
aktif dalam organisasi, terus bagaimana imbal baliknya. Tentu saja ada, kan sudah pernah
penulis sebutkan bahwa ibaratnya adalah simbiosis mutualisme atau salaing
menguntungkan. Jadi timbale balik organisasi terhadap akademik adalah merupakan
realisasi atau penerapan dari yang semula belajar di bangku sekolah kemudian
diperagakan secara langsung di lapangan. Kita juga akan mendapat pengalaman
bagaimana cara kita bersosialisasi dan bermasyarakat yang baik. Dan tentu saja pelajaran
itu dapat kita peroleh hanya jika kita berorganisasi. Seperti itulah keunutngan yang
didapat kan keduanya yaitu saling megisi dan melengkapi. Kalau diawal disebutkan
bahwa ada sekelompok orang yang beranggapan ketidakpentingan beroganisasi lebih
disebabkan oleh topic yang dikaji hanya hal-hal yang diluar dari seperti apa yang mereka
dapatkan dibangku kuliah. Akan tetapi hemat penulis justru hal yang seperti itulah yang
melah bias menopang dan menambah pengetahuan serta pengalaman bagaimana cara kita
berinteraksi dan bersosialisasi yang baik dengan masyarakat.
Akan tetapi ada sesuatu hal yang perlu diangkat. Kita yang saat ini berstatus
sebagai mahasiswa haruslah pandai-pandai menyeimbangkan antara berorganisasi dan
study. Jangan sampai kita berat sebelah. Dalam artian kita lebih pentingkan organisasi
saja atau cuman edukasi saja. Tapi usahakan kita mampuh mengatur sebaik mungkin dan
sedemikian rupa supaya kita dapat mengambil manfaat dari kedua hal tersebut. Kalau
sudah seperti itu mudah-mudahan akan sucses study dan organisasi.

WE FEEL YOU. WE HEAR YOU.
Mulai sekarang lakukanlah
Aesuatu untuk BERUBAH. Keajaiban tidak 
Akan terjadih begitu saja, kamu harus bekerja
Keras untuk menciptakan keajaiban kamu sendiri….
“keajaiban hanya ada di dalam mu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar